Soal Kewirausahaan Membuat Bumper

1. Analisis K3 Gerinda

Saat melakukan pemotongan besi hollow menggunakan gerinda potong, Budi menyadari arah percikan api memantul ke dinding dan mengenai tumpukan kardus bekas. Langkah berpikir kritis (HOTS) paling tepat yang harus segera dilakukan Budi adalah...

A. Mengurangi tekanan pada gerinda agar putaran mesin melambat dan api mengecil.

B. Mematikan mesin gerinda, memindahkan kardus, dan mengubah posisi benda kerja agar arah percikan api ke area kosong.

C. Meminta teman untuk menyiram kardus dengan air sambil Budi tetap melanjutkan pemotongan agar target waktu tercapai.

D. Mengganti mata gerinda potong dengan mata gerinda asah agar percikan api tidak terlalu tajam.

E. Mengabaikan hal tersebut karena memakai kacamata safety sudah cukup untuk melindungi diri dari api.

2. Troubleshooting Pengelasan

Hasil pengelasan pada sambungan braket dan palang utama towing terlihat berongga (keropos/ porosity) dan tidak menyatu dengan kuat. Berdasarkan analisis proses, penyebab utama dan solusi paling logis dari masalah ini adalah...

A. Ampere mesin las terlalu rendah; solusinya menaikkan putaran kawat las.

B. Lapisan cat/karat pada besi belum dibersihkan sebelum dilas; solusinya menggerinda area sambungan hingga bersih sebelum dilas ulang.

C. Elektroda las terlalu lembab; solusinya dicelupkan ke dalam air sebelum digunakan.

D. Kecepatan menarik kawat las terlalu lambat; solusinya ditarik secepat mungkin agar tidak berlubang.

E. Jarak kawat las dengan besi terlalu dekat; solusinya kawat las harus dijauhkan sekitar 5 cm dari besi.

3. Presisi dan Pengukuran (Aplikasi)

Kelompok Andi bertugas membuat palang bumper sepanjang 1400 mm. Jika toleransi kesalahan pemotongan yang diizinkan oleh guru adalah ± 2 mm, maka ukuran panjang fisik besi yang tidak akan diluluskan pada tahap Quality Control (QC) adalah...

A. 1399 mm

B. 1401 mm

C. 1400 mm

D. 1398 mm

E. 1397 mm

4. Analisis Pengeboran Logam

Siti sedang mengebor plat besi setebal 5 mm untuk lubang baut. Baru setengah kedalaman, mata bor tiba-tiba macet dan mengeluarkan asap tipis. Tindakan evaluatif yang paling tepat agar mata bor tidak patah adalah...

A. Menekan mesin bor lebih keras lagi agar lubang segera tembus.

B. Mengubah arah putaran mesin bor menjadi berlawanan arah jarum jam secara terus-menerus.

C. Menghentikan putaran, mencabut mata bor, memberi cairan pendingin/oli pelumas, lalu mengebor kembali dengan tekanan sedang.

D. Memperbesar ampere listrik pada stop kontak agar tenaga bor bertambah.

E. Mengganti dengan mata bor kayu agar lebih tajam menembus besi.

5. Desain & Pemuaian Logam (Sintesis)

Sebelum melakukan pengelasan penuh (full weld) pada sudut braket 90 derajat, tukang las profesional selalu melakukan las titik/cantum (tack weld) di beberapa sisi terlebih dahulu. Alasan teknis utama di balik prosedur ini adalah...

A. Agar menghemat penggunaan kawat las dan listrik.

B. Mencegah besi melengkung atau berubah bentuk (distorsi) akibat pemuaian panas yang tiba-tiba.

C. Agar hasil lasan terlihat lebih estetis dan rapi jika dinilai oleh guru.

D. Mengurangi asap beracun yang dihasilkan oleh kawat las.

E. Agar proses pendinginan besi menjadi lebih cepat setelah dilas.

6. Kewirausahaan: Perhitungan HPP (Analisis Dasar)

Kelompok Dika menghabiskan biaya berikut untuk 1 unit towing: Besi hollow Rp200.000, plat braket Rp50.000, kawat las Rp15.000, baut Rp10.000, dan cat semprot Rp25.000. Jika mereka ingin mendapatkan keuntungan sebesar 30% dari modal pokok, berapakah harga jual produk tersebut?

A. Rp390.000

B. Rp300.000

C. Rp350.000

D. Rp410.000

E. Rp330.000

7. Strategi Pemasaran Digital (Evaluasi)

Sebuah kelompok membuat video promosi TikTok tentang produk bumper buatan mereka. Namun, setelah seminggu, video tersebut sepi penonton. Setelah dievaluasi, video hanya berisi rekaman diam bumper yang sudah dipasang tanpa penjelasan apa pun. Strategi digital marketing terbaik untuk memperbaiki konten tersebut adalah...

A. Memperpanjang durasi video menjadi 10 menit agar lebih detail.

B. Menambahkan Hook di awal video berupa adegan uji kekuatan bumper (misal diinjak), dilanjutkan voice-over keunggulan bahan, dan diakhiri Call to Action.

C. Mengganti soundtrack video dengan lagu yang sedang tidak tren agar tidak terkena copyright.

D. Hanya mengunggah video tersebut di tengah malam saat jam istirahat.

E. Menurunkan harga jual produk secara drastis dan menuliskannya di seluruh frame video.

8. Fungsi Etiket Gambar Teknik (Aplikasi)

Budi membaca etiket gambar kerja yang diberikan guru dan melihat kolom SKALA bertuliskan 1:10. Jika di gambar kertas tertera angka ukuran panjang 90, maka Budi harus...

A. Memotong besi sepanjang 9 cm.

B. Memotong besi sepanjang 90 cm.

C. Menggambar ulang besi menjadi 900 cm.

D. Memotong besi sepanjang 10 cm.

E. Memotong besi sepanjang 9 mm.

9. Etika Bisnis dan Keselamatan Konsumen

Kelompok Cici menyadari bahwa salah satu sambungan las pada braket towing mereka sedikit retak. Jika mereka tetap mengecatnya dan menjualnya ke konsumen dengan harga penuh, maka prinsip wirausaha yang dilanggar adalah...

A. Prinsip Otonomi

B. Prinsip Inovasi

C. Prinsip Kejujuran dan Kualitas (Integritas)

D. Prinsip Efisiensi Biaya

E. Prinsip Skalabilitas Bisnis

10. Pemahaman Sistem Perakitan (Evaluasi)

Mengapa pada pembuatan bumper untuk mobil penumpang (seperti Avanza), sistem penyambungan ke sasis harus menggunakan sistem baut (Bongkar-Pasang / Knock-down) dan tidak boleh dilas permanen langsung ke sasis mobil?

A. Karena biaya pengelasan jauh lebih mahal daripada membeli baut.

B. Agar berat total mobil berkurang sehingga irit bahan bakar.

C. Untuk memudahkan proses perawatan/perbaikan dan tidak merusak integritas keamanan struktur sasis asli pabrik mobil.

D. Karena bengkel sekolah tidak memiliki mesin las yang kuat untuk pelat mobil.

E. Agar bumper lebih mudah dicuri orang lain.

11. Penentuan Titik Berat / Center (Aplikasi)

Tugas Roni adalah memasang bola towing (hitch ball) tepat di tengah-tengah palang besi yang panjangnya 1400 mm. Di angka berapakah Roni harus menitikkan penitik baja (center punch) jika diukur dari ujung kiri besi?

A. 600 mm

B. 650 mm

C. 700 mm

D. 750 mm

E. 800 mm

12. Evaluasi Hasil Pemotongan (Sintesis)

Setelah besi hollow dipotong dengan gerinda, tepi potongan selalu meninggalkan sisi tajam (burr). Jika sisi tajam ini tidak dibersihkan dengan kikir atau gerinda asah, dampak teknis yang akan terjadi pada proses selanjutnya adalah...

A. Proses pengelasan menjadi lebih kuat karena sisi tajam mengikat kawat las.

B. Cat semprot (pilox) akan menempel lebih sempurna di area tajam tersebut.

C. Membahayakan tangan pekerja, membuat sambungan fitting tidak siku (tidak rapat), dan lasan menjadi tidak matang sempurna.

D. Besi akan terhindar dari korosi (karat) lebih lama.

E. Menurunkan HPP karena tidak perlu membuang waktu mengasah besi.

13. Marketing: Identifikasi Target Pasar

Produk Towing Bumper Avanza yang kalian buat memiliki desain kokoh dan fungsional. Profil calon konsumen (target pasar) yang paling tepat untuk ditawari produk ini secara langsung adalah...

A. Siswa SD yang membutuhkan tumpangan ke sekolah.

B. Pemilik bengkel variasi mobil atau pemilik mobil keluarga yang sering bepergian membawa barang di belakang/mudik.

C. Kolektor mobil sport balap (supercar).

D. Pemilik showroom motor bekas.

E. Perusahaan jasa pembuatan pagar rumah.

14. Pemecahan Masalah Bisnis (Evaluasi)

Sebuah kelompok berhasil menjual produknya dengan harga Rp500.000. Modal bahan baku mereka adalah Rp300.000. Namun, mereka lupa menghitung biaya konsumsi harian dan biaya bensin saat mengantar barang sebesar Rp100.000. Berapa Laba Bersih yang sebenarnya (Net Profit) yang didapat kelompok tersebut?

A. Rp200.000

B. Rp300.000

C. Rp500.000

D. Rp100.000

E. Rp -100.000 (Rugi)

15. Manajemen Produksi (Analisis Pekerjaan)

Dalam kelompok beranggotakan 5 orang, terjadi hambatan (bottleneck) di mana 3 orang menganggur karena menunggu 1 orang selesai mengebor semua lubang sendirian. Keputusan manajerial yang paling efisien untuk mengatasi antrean kerja ini adalah...

A. Menghentikan proyek hari itu sampai proses pengeboran selesai.

B. 3 orang yang menganggur ikut menekan mesin bor agar lebih cepat tembus.

C. Merekrut anggota dari kelompok lain untuk membantu.

D. Merealokasi 3 orang tersebut untuk mulai menyiapkan proses pengamplasan plat lain, menyiapkan kabel mesin las, atau memotong bahan berikutnya.

E. Memarahi siswa yang sedang mengebor karena bekerja terlalu lambat.

16. Pemilihan Bahan Dasar (Evaluasi)

Guru menetapkan penggunaan besi hollow ukuran 40x60 dengan ketebalan 2mm, bukan ketebalan 1mm. Pertimbangan engineering paling logis dari keputusan ini adalah...

A. Besi tebal 2mm lebih mudah dibengkokkan dengan tangan kosong.

B. Besi tebal 1mm terlalu tipis, rentan bolong/tembus saat dilas panas, dan tidak kuat menahan benturan kendaraan (kurang rigid).

C. Besi tebal 1mm lebih sulit dicat karena terlalu licin.

D. Besi tebal 2mm harganya jauh lebih murah di pasaran.

E. Agar siswa menghabiskan lebih banyak kawat las.

17. K3 Mesin Bor (Aplikasi Prosedur)

Untuk mencegah benda kerja (plat besi kecil) ikut berputar dan melukai tangan saat menembus proses pengeboran, langkah wajib (SOP) yang harus dilakukan adalah...

A. Memegang benda kerja sekuat tenaga dengan dua tangan.

B. Menjepit benda kerja dengan kuat menggunakan tanggem/ragum mesin bor.

C. Menggunakan sarung tangan kain yang tebal dan licin.

D. Menaruh beban berat (seperti batu) di atas plat besi tersebut.

E. Meminta teman untuk memegang benda kerja tersebut sambil kita mengebor.

18. Analisis Laporan Keuangan Kewirausahaan

Jika pada akhir proyek, kualitas bumper kelompok A sangat buruk (lasan lepas) sehingga tidak bisa dijual, namun kelompok ini membuat laporan video promosi yang sangat menarik dan laporan HPP yang rapi. Sebagai guru PKWU, penilaian yang berimbang adalah...

A. Memberi nilai 0 karena produk gagal.

B. Memberi nilai sempurna 100 karena video promosinya bagus.

C. Memberi nilai apresiasi pada aspek kewirausahaan/promosi, namun mengurangi poin signifikan pada aspek keterampilan teknis (proses las & K3).

D. Menyuruh siswa membeli bumper jadi di toko agar nilainya tuntas.

E. Menghukum siswa untuk tidak mengikuti kelas selanjutnya.

19. Penggunaan Alat Ukur (Pemahaman Teknis)

Alat ukur yang paling tepat digunakan untuk memastikan sambungan antara braket (kaki) dan palang utama sudah benar-benar tegak lurus membentuk sudut 90 derajat sebelum dilas adalah...

A. Meteran roll (Measuring tape)

B. Jangka sorong (Caliper)

C. Penggaris Siku (Try Square / Siku Tukang)

D. Waterpass

E. Busur derajat plastik (Protractor)

20. Analisis Nilai Tambah (Value Added)

Besi hollow seharga Rp200.000 dapat dijual menjadi Bumper Towing seharga Rp500.000. Selisih harga Rp300.000 tersebut dalam ilmu kewirausahaan disebut sebagai penciptaan nilai tambah. Faktor utama yang menciptakan nilai tambah tersebut pada pelajaran PKWU ini adalah...

A. Inflasi mata uang dan kenaikan harga pasar.

B. Monopoli bahan baku oleh pihak sekolah.

C. Keterampilan proses manufaktur siswa (memotong, mengelas) dan fungsi estetika/keamanan yang dihasilkan pada produk jadi.

D. Biaya sewa tempat pemasaran di internet.

E. Kesalahan pelanggan dalam menawar harga.

Posting Komentar untuk "Soal Kewirausahaan Membuat Bumper"

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel