Circuit Diagram Sistem ABS
1.
Seorang teknisi menemukan 'Solenoid Valve Relay' (No. 27) dalam
kondisi OFF karena perintah CPU. Berdasarkan logika fail-safe, apa
dampak langsung pada komponen lain?
A. Pump Motor (No. 26)
otomatis dimatikan CPU.
B. Pump Motor tetap hidup
karena beda sekering.
C. Sekering 'ABS' (No. 35)
akan putus seketika.
D. Lampu indikator rem tangan
ikut berkedip.
E. Solenoid Valve terkunci di
posisi terbuka.
2.
Jika terjadi kerusakan pada komponen No. 25 (Pump Motor Relay)
pada diagram, perbaikan apa yang harus dilakukan?
A. Mengganti relay pada kotak
sekering utama.
B. Mengganti brush pada motor
pompa ABS.
C. Mengganti satu set Modul
ABS Assembly.
D. Melakukan jumper dari aki
ke motor pompa.
E. Menambah kapasitas Ampere
pada Fuse MTR.
3.
Scanner mendeteksi kerusakan sirkuit motor. Fuse MTR bagus,
motor dites langsung berputar lancar. Apa penyebab yang paling mungkin?
A. Lilitan armature motor
putus di dalam.
B. Transistor driver internal
modul rusak.
C. Tegangan baterai terlalu
tinggi (overcharge).
D. Minyak rem di reservoir
terlalu penuh.
E. Switch rem mengalami
korsleting massa.
4.
Siswa mengukur tegangan soket E08 pin 1 dan pin 26 (Jalur Fuse
MTR) hasilnya 0 Volt (Kunci Kontak ON). Apa kesimpulannya?
A. Modul ABS mengalami
kerusakan internal.
B. Relay No. 25 tidak mau
menutup sirkuit.
C. Jalur suplai dari Fuse MTR
terputus.
D. Grounding E08-38 kotor
atau berkarat.
E. Baterai mobil perlu
dilakukan jumper.
5.
Mengapa kabel sensor kecepatan roda selalu dipilin (twisted
pair) dan tidak menggunakan body ground biasa?
A. Menghemat penggunaan kabel
tembaga.
B. Menaikkan tegangan sinyal
output sensor.
C. Meredam gangguan noise
elektromagnetik.
D. Mencegah kabel putus saat
suspensi main.
E. Memudahkan identifikasi
warna kabel.
6.
Jika "Brake Lamp Switch" (No. 7) rusak (selalu OFF),
bagaimana perilaku sistem ABS saat pengereman mendadak?
A. ABS bekerja normal
mengandalkan sensor roda.
B. Respon ABS menjadi
terlambat atau tidak aktif.
C. Keempat roda akan terkunci
secara permanen.
D. Lampu indikator ABS berkedip
sangat cepat.
E. Sekering IGN putus akibat
arus pendek.
7.
Jalur No. 10 (CAN Bus) putus antara ABS dan Combination Meter.
Gejala apa yang muncul di Dashboard?
A. Lampu ABS menyala terus
(Fail-safe).
B. Lampu ABS mati total tidak
bisa nyala.
C. Speedometer mati tapi
lampu ABS normal.
D. Indikator rem tangan
menyala berkedip.
E. Lampu Check Engine menyala
warna merah.
8.
Pada diagram, Solenoid Valve Relay (No. 29) digambarkan sebagai
saklar. Bagaimana cara kerjanya yang sebenarnya?
A. Menutup terus selama mesin
mobil hidup.
B. Buka-tutup cepat (PWM)
oleh transistor.
C. Bergerak lambat mengikuti
pedal rem.
D. Dikendalikan langsung oleh
tekanan oli.
E. Bekerja hanya saat mobil
berhenti total.
9.
Teknisi salah memasang Fuse: Slot MTR (No. 36) dipasang 10A,
Slot IGN (No. 34) dipasang 40A. Apa risikonya?
A. Modul ABS terbakar karena
kelebihan arus.
B. Fuse MTR putus saat motor
pompa aktif.
C. Sistem ABS bekerja namun
kurang responsif.
D. Solenoid valve akan macet
posisi tertutup.
E. Motor pompa berputar
melebihi batas RPM.
10. Apa fungsi sinyal
"Engine Speed" dari ECM ke ABS pada diagram blok sistem tersebut?
A. Mematikan mesin otomatis
saat darurat.
B. Membantu kalkulasi slip
roda dan traksi.
C. Meningkatkan tekanan
minyak rem di pipa.
D. Mengisi daya baterai saat
pengereman.
E. Menyalakan lampu rem saat
deselerasi.
11. Jika satu sensor roda
memberikan sinyal kacau (error), apa tindakan CPU (No. 23)?
A. Mengabaikan sensor itu,
tetap aktifkan ABS.
B. Mematikan sistem total
(ABS OFF) demi aman.
C. Menggunakan data sensor
roda di sebelahnya.
D. Memerintahkan pompa untuk
berputar terus.
E. Mengirim sinyal darurat ke
sistem airbag.
12. Pengemudi lupa menurunkan rem
tangan (Switch ON) saat mobil melaju kencang. Apa reaksi sistem ABS?
A. Lampu ABS menyala memberi
peringatan.
B. Mobil otomatis mengerem
perlahan-lahan.
C. Hanya lampu rem tangan
yang menyala.
D. Mesin mobil akan berebet
atau mati.
E. Pedal rem bergetar memberi
isyarat.
13. Bisakah kita mengukur
hambatan Relay No. 27 langsung antar pin pada konektor E08?
A. Bisa, ukur antara pin
E08-1 dan E08-26.
B. Bisa, ukur antara pin
E08-31 dan ground.
C. Tidak bisa, karena relay
ada di dalam modul.
D. Tidak bisa, kecuali mesin
dalam kondisi ON.
E. Bisa, asalkan sekering ABS
dicabut dulu.
14. Tegangan pin IGN (E08-34) ada
12V, tapi pin MTR & ABS (E08-36/35) terukur 0V. Apa kesimpulannya?
A. ECU ABS mengalami
kerusakan hardware.
B. Sumber daya utama (Fuse
Besar) putus.
C. Kunci kontak mobil
bermasalah di IG1.
D. Kabel ground modul ABS
terlepas/kendor.
E. Relay internal modul sudah
lemah/aus.
15. Mengapa saat bleeding
rem ABS terkadang membutuhkan bantuan alat Scan Tool?
A. Untuk memanaskan suhu
minyak rem dot 4.
B. Untuk kalibrasi sensor
sudut kemudi mobil.
C. Membuang udara di ruang
katup internal.
D. Mereset lampu indikator
penggantian oli.
E. Mengukur ketebalan kampas
rem cakram.
16. Tegangan baterai drop di
bawah 9V saat start, lampu ABS menyala sesaat. Mengapa?
A. Sensor roda kehilangan
sifat kemagnetan.
B. Tegangan kurang untuk
kerja driver solenoid.
C. CPU melakukan restart
ulang sistem audio.
D. Pompa ABS menyedot arus
start terlalu besar.
E. Sekering utama mengalami
pemuaian panas.
17. Apa hubungan kerja antara
Fuse No. 34 (IGN) dengan Relay No. 27 (Solenoid Power)?
A. Fuse 34 menyuplai arus
beban ke solenoid.
B. Fuse 34 putus, Relay 27
tetap bisa bekerja.
C. Fuse 34 menghidupkan CPU
pengontrol Relay.
D. Relay 27 adalah cadangan
jika Fuse 34 putus.
E. Keduanya terhubung seri secara
langsung.
18. Pada garis hidrolik No. 11,
apa yang terjadi saat sistem ABS sedang TIDAK aktif (pengereman biasa)?
A. Katup menutup total
menahan minyak rem.
B. Minyak mengalir bebas ke
caliper roda.
C. Minyak dialihkan masuk ke
reservoir.
D. Pompa bekerja membantu
tekanan injakan.
E. Tekanan minyak dibuang ke
saluran balik.
19. Jika Solenoid Depan Kanan
putus, berapa nilai resistansi yang terbaca di Multitester?
A. 0 Ohm (Short).
B. 10 - 15 Ohm (Spec).
C. Tak Terhingga (OL).
D. 12 Volt (Voltage).
E. 5 Kilo Ohm (High).
20.
Mengapa Fuse Motor (No. 36) dan Fuse Solenoid (No. 35) harus
dipisah jalurnya?
A. Menjaga fungsi katup saat
motor rusak.
B. Agar bisa menggunakan
sekering murah.
C. Membedakan arus AC dan
arus DC.
D. Karena tegangan kerjanya
berbeda.
E. Menghemat panjang kabel
bodi mobil

Posting Komentar untuk "Circuit Diagram Sistem ABS"